“Before the flood”- Film Review

Directed by : Fisher Stevens

Produced by :

  • Fisher Stevens
  • Leonardo DiCaprio
  • Jennifer Davisson Killoran
  • James Packer
  • Brett Ratner
  • Trevor Davidoski

Starring : Leonardo DiCaprio

Distributed by : National Geographic Channel

Release Date : October 21st, 2016 (US)

Duration : 95 minutes

Language : English

source : https://en.wikipedia.org/wiki/Before_the_Flood_(film)

Akhir-akhir ini saya lebih sering menonton film daripada baca buku. Kalo dibilang karena gak ada waktu untuk baca buku, hmm…gak juga sih. Karena 1-2 jam yang saya pakai untuk nonton film sebenarnya bisa juga diisi dengan membaca (kalo niat). Hanya saja mood lagi gak berpihak sama buku (hahaha alibi!). Well, akses internet di rumah saya dengan menggunakan Wireless yang semakin cetar dan kencang, memudahkan saya untuk update film-film bagus (yeayyy). Nah, salah satunya nih, film dokumenter yang sayang banget kalo dilewatin, “Before the Flood”. recommended by kakak saya, sebut saja Kevin (ehh.. emang nama aslinya sih begitu..hahaha).

Film dokumenter ini dibintangi oleh seorang aktor besar hollywood, yang belum lama ini memenangkan penghargaan Piala Oscar 2016 as Best Actor, siapa lagi kalo bukan Leonardo DiCaprio (give him applause*). Film ini membahas tentang masalah Climate Change atau perubahan iklim yang sedang dihadapi berjuta-juta populasi di muka Bumi saat ini. At the European premiere, oktober lalu, Dicaprio mengumumkan sedikit mengenai film ini, bahwa film ini berisi tentang dokumentasi perjalanannya bersama dengan Stevens selama tiga tahun terakhir, ke beberapa tempat di seluruh dunia untuk meninjau dampak dari perubahan iklim tersebut.

Film ini dimulai dengan sebuah memori visual dari masa kecil DiCaprio, yakni sebuah poster, lukisan karya Hieronymus Bosch, yang digantung di atas ranjang bayinya.

800pxthe_garden_of_earthly_delights_
The Garden of Earthly Delight (1515), Hieronymus Bosch

(source image: bosch-the-garden-of-earthly-delights)

Setiap malam Ia menatap lukisan itu. Dan Ia mulai melihat sebuah cerita yang tergambar di lukisan tersebut. Panel pertama menunjukan Adam and Eve di taman Eden, panel kedua memperlihatkan kesenangan-kesenangan duniawi dan populasi yang semakin meningkat. Di panel ketiga, sesuatu yang mengerikan tergambar di sana. Sebuah kehancuran.

Kemudian Scene berpindah ke saat Dicaprio di angkat menjadi duta perdamaian oleh Sekjen PBB, pada tahun 2014, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat luas mengenai dampak perubahan iklim yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Kilas perjalanannya ke beberapa negara di dunia pun ditampilkan dalam film ini. Salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah kunjungan DiCaprio ke Indonesia, tepatnya ke hutan hujan di Pulau Sumatera, sebagai salah satu dari tiga hutan hujan besar yang tersisa di Dunia (Can you imagine that? tinggal tiga yang tersisa guys! Dan salah satunya ada di Sumatera). Antara bangga ato malu. Di film ini yang disoroti adalah pembakaran hutan di Sumatera, oleh perusahaan-perusahaan Minyak kelapa sawit, di mana mereka menggunakan kelapa sawit sebagai bahan baku begitu banyak produk makanan, kosmetik, dan deterjen. Ironisnya aktivitas pembakaran hutan ini terjadi atas ijin pejabat pemerintahan Indonesia. Why? Ya iyalah, mulut mereka pada ditutup pake uang. Bahkan disebutkan pula dalam film ini bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat korupsi terbesar di Dunia (malu gak tuh? Bayangin aja film ini ditayangkan di seluruh dunia loh guys! aigoo…).

Hutan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi Manusia maupun Hewan-hewan dan tumbuhan, juga sumber penyerapan dioksida, malah dibakar dengan sengaja untuk kepentingan-kepentingan bisnis dan politik. Tidak hanya itu, “Before the Flood” mengungkap banyak hal, fakta-fakta yang dapat kita lihat di sekitar kita, yang menjadi penyebab utama menipisnya lapisan atmosfir di Bumi kita, yang memicu terjadinya perubahan iklim.

China, India, dan tidak terkecuali Amerika, adalah penyumbang karbon dioksida dan gas metana terbesar di dunia. Dampak dari situasi ini apabila dibiarkan selama berpuluh-puluh tahun ke depan akan membahayakan kelangsungan hidup manusia. Pemanasan global yang melelehkan Es di kutub utara akan meningkatkan jumlah air di Laut, sehingga kemungkinan yang terjadi adalah dataran tempat kita tinggal lambat laun akan tenggelam. Bahkan itu sudah terjadi di sebuah pulau di samudera Pasifik, Pulau Karibati, yang sebagian besar datarannya telah terendam air laut yang naik.

Beberapa percakapan dan wawancara DiCaprio dengan tokoh-tokoh besar dunia pun dapat kita lihat dalam film ini. Salah satunya adalah wawancara Dicaprio dengan Presiden US, Obama. Mereka membahas mengenai usaha-usaha atau perhatian pemerintah terhadap fenomena ini, bagaimana kita (pemerintah dan masyarakat) dapat bersama-sama menemukan jalan keluar bagi masalah climate change yang semakin pelik tersebut.

Di bagian akhir film dokumenter ini, ada sebuah percakapan antara Dicaprio dengan seorang Astronot NASA, yang kemudian membawa sebuah harapan bagi keselamatan Bumi dari kehancuran karena dampak perubahan iklim, dengan cara memperbaiki kerusakan-kerusakan yang disebabkan manusia. Sebuah pidato singkat DiCaprio dalam pertemuan Paris Climate Accord Sigining di New York City menjadi adegan terakhir yang menutup film ini dengan sempurna.

Based on Rotten Tomatoes,

https://www.rottentomatoes.com/m/before_the_flood_2016/ 

Film ini mencapai 69% approval rating, which is A good number. So, dijamin film ini berkualitas, dan worth it untuk dinikmati di waktu luang kamu, when you have nothing to do. Selain kualitas, tentunya yang gak kalah penting adalah pesan dan campaign tentang peduli lingkungan yang ditekankan oleh DiCaprio dalam film ini, yang menambah ilmu dan wawasan kamu tentang climate change, dan lebih aware tentang dampaknya bagi kehidupan manusia sekarang dan di masa depan.

By the way, DiCaprio memang aktif dalam gerakan peduli lingkungan lho guys. Jadi bukan hanya karena kepentingan project film aja ya trus dia memperhatikan masalah lingkungan. Pada tahun 1998, Ia bahkan mendirikan sebuah yayasan Leonardo DiCaprio Foundation yang bergerak di bidang peduli lingkungan. So, He’s not just an actor, tapi dia juga adalah seorang aktivis lingkungan yang sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif bagi kelestarian hewan-hewan langka, dan lingkungan hidup lainnya.

Nah, setelah menonton film ini, saya jadi kepikiran, kira-kira kontribusi apa yang dapat saya berikan untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran, yang disebutkan jumlah karbon dioksida yang meningkat setiap tahunnya. Kira-kira hal sederhana apa yang bisa saya lakukan sebagai manusia yang punya awareness untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan lingkungan akibat perbuatan kita sendiri? Atau kebiasaan buruk apa yang bisa saya ubah agar tidak memperburuk situasi ini? Let’s think about it. Hmm Not only think, but do. Yup. Action is the most important.

But, for you who has not watch this movie yet, just watch this first. Then take action! 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s