Ouija “Origin of Evil” (2016)- Film Review

Directed by : Mike Flanagan

Produced by :

  • Michael Bay
  • Bradley Fuller
  • Andrew Form
  • Jason Blum
  • Brian Goldner
  • Stephen Davis
  • Trevor Macy

Starring :

  • Elizabeth Reaser
  • Annalise Basso
  • Lulu Wilson
  • Henry Thomas
  • Parker Mack
  • Doug Jones

Release date : October 21st, 2016 (USA)

Genre : Horror, Thriller

Duration : 99 minutes

(source: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ouija:_Origin_of_Evil#)

Kemarin malam saya menonton film ini bareng orang-orang rumah. Nobar gitu deh ceritanya. Ya iyalah ya, kalo nonton sendiri saya mah gak berani (hahaha). Setelah nonton film ini, langsung kepikiran untuk nulis reviewnya. Mumpung Filmnya masih lumayan fresh. 😊

Ouija: Origin of Evil, merupakan prequel dari film Ouija yang dirilis pada tahun 2014 lalu. Masih inget gak guys? Atau masih ada yang belum pernah nonton? Well, gak papa juga sih kalo belom pernah nonton Ouija (2014).

Berbeda dari film Ouija (2014) yang hanya mendapat 7% rating based on Rotten Tomatoes, Ouija: Origin of Evil ini mendapat rating yang lumayan wow lho guys, yaitu 82%!

https://www.rottentomatoes.com/m/ouija_2014

https://www.rottentomatoes.com/m/ouija_origin_of_evil

(hmm..Daebak! Perbandingan yang cukup jauh ya?). 

Okay, mari kita lihat apa yang membuat film ini lebih kece dan lebih menarik untuk ditonton.

Kembali ke tahun 1967, berlatar belakang di Los Angeles city, film ini bercerita tentang seorang single-mom, Alice Zander, yang tinggal bersama dua orang anak perempuannya, Lina dan Doris Zander. Alice bekerja sebagai seorang peramal/cenayang, atau fortune teller (or whatever sebutan kalian). Awalnya, Ia dan kedua anaknya menggunakan trik-trik khusus untuk menipu para klien mereka. They act like they’re calling a spirit. But they’re actually not. And their clients believe them.

Suatu hari, Lina yang pergi ke sebuah party melihat permainan papan Ouija. Ia bahkan sempat memainkannya bersama-sama dengan temannya yang lain untuk memanggil roh. Ia kemudian berpikir bahwa papan Ouija itu akan sangat membantu pekerjaan Ibunya, untuk mengelabui klien mereka. Atau dengan kata lain, papan Ouija ini bisa meyakinkan para kliennya, dan memberi nuansa lebih dramatis dan mistis.

Alice pun menerima saran anaknya, dan membeli papan Ouija tersebut di sebuah toko mainan. Saat Alice mencoba memanggil arwah suaminya, Roger, tanpa disadarinya Ia justru memanggil roh lain yang bernama Marcus. Tapi Ia tidak sempat (atau lupa) mengucapkan goodbye setelah memainkan Ouija tersebut. Padahal salah satu aturan mainnya adalah, always say goodbye.

  1. Never Play Alone
  2. Never Play in Graveyard
  3. Always Have to Say Goodbye

-Ouija-

Since then, Doris, anak bungsu Alice pun suka memainkan Ouija sendirian, dan Ia dapat berkomunikasi dengan roh-roh from the other side, yang sebelumnya sudah dipanggil sama Ibunya. Namun roh yang berkomunikasi dengan Doris ini ternyata ingin merasuki dan menguasai tubuhnya. Terror-terror pun mulai mengusik kehidupan keluarga Zander. Bukan hanya itu, bahkan Doris, yang sudah dirasuki roh jahat itu pun mengancam kehidupan orang lain yang ada disekitarnya. Doris mulai bersikap aneh dan tidak wajar. Tatapannya dingin (lebih tepatnya menyeramkan, sumpah, bikin merinding).

Kalau kamu udah pernah nonton Ouija (2014), kamu masih ingat kan dengan sosok hantu anak kecil yang mulutnya di jahit? Dan juga hantu seorang Ibu? Nah, kejadian yang menimpa Doris Zander dan keluarganya dalam film Ouija: Origin of Evil inilah yang akan menjelaskan mengenai sosok kedua hantu yang ada di film Ouija (2014) yang lalu. 

Namanya juga prequel, yah intinya film ini menggambarkan cerita yang terjadi jauh sebelum kisah dalam film  Ouija yang dirilis tahun 2014 lalu itu terjadi. Semacam throwback gitu deh. Beberapa kejanggalan yang mungkin kita temukan dalam previous movie -nya, akan terjawab dalam film ini. Teror dari hantu anak kecil, yang mulutnya dijahit, akan diceritakan story background -nya di dalam prequel ini (makanya, nonton).

I think this is worth it to watch. Yang pasti lebih bagus dan lebih baik dari film yang dirilis sebelumnya. Gregetnya ada. Scene-scene menegangkannya lebih dapet. Dan yang paling penting, ide ceritanya jauh lebih bagus. Sorry to say, tapi film Ouija (2014) seri sebelumnya itu gak masuk dalam horror movie list saya. Gak seram. Gak menantang. (tapi tetap gak berani nonton sendiri, hahaha). Berbanding terbalik dengan  prequel nya yang berhasil bikin saya tutup-tutup mata, dan tahan-tahan teriak (takut bangunin tetangga soalnya ✌). Pokoknya that’s not bad.

Anyway, ngebahas tentang Ouija, tahukah kamu? In the real life (bukan di film-film), papan Ouija atau yang juga dikenal dengan The Spirit of Coin ini beneran ada. Papan pemanggil roh atau arwah. 

source: http://www.hasbro.com/en-us/product/ouija-game:

Papan Ouija ini urban legend banget lah pokoknya. Kemudian di tahun 60-an. Ouija board mulai dijual di pasaran, di beberapa toys store di seluruh dunia. Yang memproduksi mainan ini adalah toys company asal Amerika bernama Hasbor . Perusahaan ini jugalah yang memproduksi permainan legendaris, Monopoly. Yup. Jadi sebenarnya Ouija gak ada bedanya sama mainan lain. Judulnya tetap aja ‘mainan’ or games. Tapi gak bisa dipungkiri, beberapa orang memang menggunakan papan Ouija untuk (benar-benar) memanggil roh dan berkomunikasi dengan mereka. Dijadikan media pemanggil arwah. Gak heran kalo banyak cerita-cerita horror yang berkembang dari permainan papan Ouija ini. Yang katanya based on true event.

Believe it or not. For me, gak cuman papan Ouija kok. Apapun dan bagaimana pun caranya atau medianya, jika memang kita berniat untuk mengundang dan berkomunikasi dengan roh-roh atau arwah, itu bisa saja terjadi. Tapi sebaiknya yang kayak gitu jangan kita lakukan. Gak ada bagus-bagusnya juga kita undang Evil or Satan. Mending jangan ‘main-main’ dengan hal-hal yang seperti itu. Right guys?
The last but not least, I wanna say..

….. 

Don’t play Ouija at home. 😨

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s