Childhood Reading Books (Buku bacaan masa kecil)

#Throwback

Memiliki masa kecil yang menyenangkan adalah salah satu hal yang sangat saya syukuri sampai sekarang, karena mungkin banyak anak-anak lain yang tidak seberuntung saya. Mendapat pendidikan yang layak, lingkungan rumah yang menyenangkan, berbagai macam mainanboneka-boneka, barbie, orang-orangan, masak-masakan, gameboy sampe tamagotchi (anak 90-an pasti tau mainan-mainan itu dong), satu kakak laki-laki dan satu kakak perempuan yang menjadi teman bermain saya di rumah (Iya, dulu sebelum adek-adek saya lahir. Saya anak ketiga dari lima bersaudara by the way), dan yang paling penting peran mama papa yang luar biasa.

Di balik kisah masa kecil saya yang (puji Tuhan) menyenangkan, normal dan sehat (tentunya), satu hal yang paling saya ingat adalah kebiasaan saya dan kakak-kakak saya membaca buku. Sejak dulu, kita bertiga punya banyak buku bacaan anak-anak yang emang sengaja di koleksi sama Mama. Jadi, setiap kali jalan-jalan ke mall, mama selalu mampir ke gramedia untuk beli buku. Dan biasanya nih, kalo acara natalan kumpul-kumpul keluarga, saya dan kakak-kakak saya suka dikasih angpao natal sama oma opa. Nah, uang itu biasanya dipakai untuk beli buku-buku dan nambah-nambah koleksi. Sampe gak terasa, buku-buku di rak makin banyak aja.

Dari buku cerita Christopher Robin dan Winnie the pooh karya Disney, komik paman gober, komik detektif Conan karya Gösho Aoyama, seri tokoh dunia (yang bercerita tentang tokoh-tokoh besar dunia seperti, Edison, Newton, Davinci, George Washington, Lincoln, Nobel, Beethoven, etc)

Juga yang gak kalah populer, seri Lima Sekawan: Jullian, Anne, Dick, George, dan anjing mereka Timmy, karya Enid Blyton. Dan masih banyak lagi. Yup. Jumlah buku-buku di rumah saya dulu gak sedikit lho guys. Bukannya sombong nih (tapi emang sih agak sombong hahaha 😂, gak deh). Saya juga gak tau persis sejak kapan mama suka beli buku-buku dan mengoleksi sampe segitu banyak. Atau lebih tepatnya gak ingat (yah iyalah ya, saya masih bocah waktu itu, jadi belom ngerti shopping, pokoknya mama yang tau deh urusan beli-membeli, termasuk beli buku).
Selain itu, ada juga yang gak mungkin saya lupa. Dulu, mama suka pesan story book ke teman mama yang punya usaha produksi story book (saya lupa nama penerbitnya), berisi tentang dongeng-dongeng populer seperti cinderella, snow white, dan lain-lain. Tapi, uniknya bisa di custom guys. Jadi, nama tokoh-tokoh dalam setiap cerita itu diganti sesuai keinginan customer. Misalkan cerita tentang snow white, tapi nama Putrinya diganti jadi nama saya. Putri Karina. (yah kira-kira begitu deh. Di tahun 90-an udah ada yang begituan lho, kreatif juga ya guys?😄).

That’s why waktu kecil dulu, seingat saya, saya lebih suka menghabiskan banyak waktu di rumah, bareng kakak-kakak saya, main, nonton kartun, and also reading. Bisa dibilang kita ini ‘anak rumahan’, tapi tetap sekali-sekali masih suka main di luar, bareng tetangga-tetangga yang seumuran juga, para bocah-bocah.

Yang pasti kalo mengingat-ingat masa kecil saya, saya bersyukur, salah satunya adalah karena inisiatif mama membelikan begitu banyak buku sejak saya kecil, dan memberi motivasi saya (and my brother, sister as well) untuk membaca buku. Hingga akhirnya kebiasaan membaca itu memberi banyak pengaruh positif buat saya pribadi, dan mungkin juga salah satu faktor yang membuat minat saya di bidang sastra begitu besar (ketika udah beranjak gede). Thanks mom anyway. 😊

(but, wait..) Lalu sekarang bagaimana dengan nasib buku-buku masa kecil saya itu?

Too bad. Sekarang buku-buku itu udah gak sebagus dulu, a.k.a udah usang gak terawat dan udah banyak yang hilang. Ada dua faktor. Yang pertama, karena kita berapa kali pindah-pindah rumah, ada beberapa buku yang tercecer gak tau ke mana. Yang kedua, dulu kita pernah buka semacam “taman bacaan” di rumah, tujuannya untuk mengajak anak-anak di neighbourhood kita membaca buku. Unfortunately, niat baik kita malah berakhir tragis. Banyak anak-anak yang pinjam buku terus dibawa pulang, dan gak pernah dibalikin lagi.

So, satu-persatu (tanpa kita benar-benar sadar) buku-buku itu hilang entah ke mana. Jadi nyesel juga sih, karena dulu gak jaga and rawat buku-buku itu dengan sebaik-baiknya. Meskipun begitu, masih ada beberapa yang terselamatkan. Sekarang ada di rumah orang tua saya, disimpan di dalam lemari kayu, dan…Tidak terjamah lagi.

Sudah cukup lama sejak terakhir kali tangan-tangan kecil itu membuka setiap lembarannya, hanyut dalam sebuah cerita, dan hilang dalam imajinasi.

Apa kabar buku-buku masa kecilku?

Saya rindu.

Advertisements

2 Replies to “Childhood Reading Books (Buku bacaan masa kecil)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s