Story behind the picture

Couple months ago, saya mengunggah sebuah foto di Instagram.

Gambar yang gak bagus-bagus amat (lebih mirip gambar anak sd), tapi murni saya gambar sendiri. Basically, saya gak punya bakat menggambar sama sekali. Gambar garis lurus aja gak bisa tanpa bantuan ruler. But I don’t know why, at that time, di kamar kos-an waktu saya masih di Bdg, waktu saya lagi sendiri tanpa ada seorang pun yang bisa diajak bicara, with all stressful that I should keep by myself, and I have nothing to do (okay, saya tahu ini berlebihan), saya tiba-tiba dapat ilham untuk menggambar seseorang yang berjalan sendirian di jalan yang lurus nan panjang. Saya benar-benar ingin menggambar. Perasaan, Ide, dan tindakan udah sinkron jadi satu.

Langsung deh googling, cari gambar road, gambar awan, cos I have no idea how to draw cloud, apalagi kalo perspektif. Dan sebagai center object, yaitu sesosok orang yang sedang berjalan, saya sempat konsultasi sama pacar saya (maklum…dia jago gambar soalnya), gimana caranya menggambar orang plus bayangan yang jatuh.

Nah dari semua references yang saya dapat (ya’elah kayak mau nulis skripsi aja ya pake referensi..hehe), jadilah gambar ‘seadanya’ as you can see above πŸ˜€. Jadi, saya emang gak bisa menggambar secara spontan. Tapi kalo Ide bisa datang tiba-tiba. Prosesnya? biasanya saya butuh contoh atau semacam petunjuk (kalo ada yang ngajarin lebih bagus sih). Terutama kalo menggambar perspektif ya guys.

Nah, selesai menggambar, dan saya pun mengunggah gambar tersebut di akun instagram saya, suatu waktu saya pulang ke rumah dan ketemu my lil brother and sissy. They asked me about that pict, “Itu emang beneran ka Ina yang gambar?” (dengan nada gak percaya). Sontak saya langsung ketawa dan senyum-senyum sendiri (emangnya sebagus itu gambar saya? Or.. Apa seburuk itu kemampuan menggambar saya selama ini, sampe adik2 saya aja meragukan kalo saya yang beneran menggambar itu?). Well, I said “Iyalah, kak Ina yang gambar”. Akhirnya mereka percaya dan bilang kalo gambar saya keren 😊. Karena penasaran, saya tanya ke lil bro “Tapi Kamu ngerti gak arti dari gambar ini? Coba liat yang bener, trus menurut kamu itu gambarnya tentang apa?”

Surprisingly, my lil bro (9 years old) said, “Itu tentang orang yang lagi kesepian. Lagi sedih.” And more surprising is He’s right. I mean, what He said about that picture is true. Exactly the same as what I felt when I drew that pict. The reason why I drew that pict, the mesasage I want to send through that pict. Lonely and sad.

Dari situ saya sadar, ternyata hasil karya (apapun itu), gambar, lukisan, lagu, puisi, novel, drama, film, bukan hanya sebuah kualitas yang penting, but yang gak kalah penting adalah, apakah pesan atau makna dari sebuah karya itu bisa sampe ke orang lain yang melihat karya kita? So, I think, as long as we make something or do something with heart, It will be great, It will be accepted. Dan waktu saya denger jawaban adek saya tentang arti dari gambar yang saya buat itu, I am happier than when I heard them say that It’s a good picture. 😁

Advertisements

4 Replies to “Story behind the picture”

  1. Ada yang pernah bilang di suatu tempat di Bandung, bahwa sebetulnya kita semua itu punya bakat menggambar. Hanya saja terkadang kita underestimate diri kita sendiri tanpa kita sadari. Hmmm, jadi pengen menuliskan tentang pengalaman kebingungan saat disuruh gambar sesuatu. Nice share …

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s