“After You” By Jojo Moyes -Novel Review

Penulis : Jojo Moyes

Alih Bahasa: Lulu Wijaya

Penerbit: Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016

608 halaman: 20cm

ISBN: 978 602 03 3206 2

Beberapa minggu yang lalu saya memposting sebuah Review Film berjudul “Me before you” yang diadaptasi dari sebuah Novel berjudul sama, yang ditulis oleh Jojo Moyes,- and I guess, kalian belum pada baca postingan saya yang itu- dan tidak mengejutkan pula kalau postingan yang satu ini gak ada visitornya selain saya sendiri (haha sediihh 😂). But anyway, setelah menonton film tersebut dan menulis reviewnya, I have to tell you that I still in sorrow. I know it sounds insane, but it’s true. As I told you before on my previous post, that movie touched me so deep. Ceritanya bener-bener menyentuh saya, yang memang sedang ‘sedikit’ rapuh, kala itu dan… saat ini (hahaha lebay). Dan karena cerita itu meninggalkan kesan yang begitu dalam, sehingga saya bertekad untuk membaca Novelnya yang saya yakin gak kalah kece sama filmnya. Jadi minggu lalu (dengan effort yang besar) saya berhasil mendapatkan novel “Me before you” sekaligus sekuelnya “After You” karya Jojo Moyes (okay sejujurnya brother gue yang beli novel itu di Gramedia Aeon Mall, So actually, gue cuman pinjem doang, hahaha whatever) dan kini kedua-duanya sudah selesai saya baca (saking excitednya, sampe gak berasa udah kelar baca dua novel itu). That’s why kali ini saya akan memberi review dari novel “After You”, karena sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang “Me before you”, meskipun versi filmnya ya guys.

Ok langsung aja, check it out!

Setelah kematian Will, seseorang yang pernah menjadi bagian terbesar dalam hidupnya, Lou harus menjalani episode baru dalam kehidupannya. Dua tahun sudah berlalu sejak peristiwa di Swiss (diceritakan dalam novel sebelumnya), namun Lou tidak pernah sedetikpun melupakan semua hal tentang Will, a.k.a Lou gak bisa move on. 

Suatu ketika, Ia mengalami sebuah kecelakaan dan berhasil selamat bahkan pulih dari luka cedera di beberapa anggota tubuhnya (thank God, dia sehat walafiat dan gak harus berakhir di kursi roda). Karena kecelakaan itu Ia bertemu dengan seorang pria bernama Sam yang keren. (hmm tapi mampu bikin Lou move on gak ya?). Kemudian karena khawatir Lou akan bertindak bodoh, ayahnya memaksanya untuk mengikuti semacam terapi yang diikuti oleh sekelompok orang yang juga baru saja kehilangan seseorang yang sangat berarti, mereka menyebut kelompok itu Moving On.

So, Lou mencoba sangat keras untuk hidup se-normal mungkin. Ya. Ia memiliki pekerjaan, sebuah apartemen, gebetan baru, dan jadwal pertemuan Moving On. Kematian Will benar-benar membawa pengaruh besat baginya. Ia seperti menjalani hidup tanpa sungguh sungguh hidup. Tetapi secara mengejutkan, suatu malam, seseorang datang mengunjungi Lou. Orang itu tak hanya datang sebentar, tapi kehadirannya dan sosoknya yang berhubungan erat dengan Will, pada akhirnya memaksa Lou untuk membuka matanya lagi dan bangun dari apa yang dianggapnya sebuah mimpi buruk.

Bukan hanya itu, kehadiran orang tersebut juga memaksa Lou untuk membuka kembali semua ingatan dan kenangan bersama Will, lalu pelan-pelan belajar untuk benar-benar melepaskan Will. Benar-benar merelakannya.

Lalu siapakah sosok yang tiba-tiba datang dalam hidup Lou? Apakah kehadiran Sam membawa pengaruh besar dalam kehidupannya? Dan bagaimana setiap peristiwa baru dan kejutan-kejutan kecil membangunkan Lou dari keterpurukannya dan kedukaannya karena kematian Will?

Dalam Novel “After You” ini, pembaca diajak merasakan kepedihan yang sama besarnya yang dirasakan tokoh Lou karena kehilangan sosok yang sangat dicintainya. Demikian pula pembaca diajak untuk sama-sama bangkit, bersama Lou, dan melanjutkan hidup. Seperti pesan Will dalam surat terakhirnya kepada Lou- yang terus disimpan Lou dan dibacanya setiap kali Ia merasa butuh kekuatan,

“Hiduplah yang baik. Pokoknya, hiduplah.” -Will (hlm. 319)

Maka kita bisa melihat proses yang dilewati Lou setelah kejadian yang membuatnya sangat terpukul, yakni kehilangan orang yang dicintainya. Dan bagaimana Ia menjalani hidup yang terasa begitu berat seolah-olah Ia tidak dapat menemukan kebahagiaan lain yang dapat menggantikan sepenggal kisah singkatnya bersama Will. Lalu pada akhirnya, akankah Ia benar-benar hidup meski setengah dari dirinya hilang bersama kepergian Will?

So, nunggu apa lagi, baca aja novelnya, jangan lupa untuk baca dulu seri pertamanya “Me before You” supaya ceritanya utuh, dan lebih berasa bapernya 😊. Then after that, you can read “After You”. Yeah. Membaca novel ini gak akan membuang-buang waktu kamu yang berharga. Trust me, It works! (sometimes). ✌

Advertisements

2 Replies to ““After You” By Jojo Moyes -Novel Review”

  1. Kita belom riki baca nih novel.
    Rupa seru kang,,,
    Cz qt so baca duluan tu novel me before you kong baru nonton dy pe film,tetep noh katu novel #1
    Referensi u’r sista…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s